myBlog. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 20 Mei 2012

Tentang DARAH dan LEUKOSIT




            1.1   PENGERTIAN  DARAH
>> Darah adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh.
>> Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.
>> Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
>> Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. 


            1.2  KOMPOSISI  DARAH
>>  Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskuli  yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
>>    Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-
·         Albumin
·         Bahan pembeku darah
·         Imunoglobulin(antibodi)
·         Hormon
·         Berbagai jenis protein
·         Berbagai jenis garam
>>      Korposkuli darah terdiri dari:
a.       Sel darah merah (erytrosit)
   Berjumlah sekitar 99%, tidak memiliki inti sel atau organela, mengandung hemoglobin dan berperan dalam mengedarkan oksigen. Kekurangan sel darah merah akan menyakibatkan terjadinya Anemia.

b.      Sel darah putih(leukosit)
   Berjumlah sekitar 0,2%, bertanggung jawab atas sistem imun tubuh,dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda asing yang berbahaya terhadap tubuh, misanya:virus dan bakteri.
   Leukosit bersifat amuboid. kelebihan leukosit dalam tubuh mengakibatkan terjadinya Leukimia, sedangkan kekurangan leukosit akan berakibat terjadinya Leukopeni

c.       Keping-keping darah(Trombosit)
    Berjumlah sekitar 0,6-1,0% dalam tubuh,trombosit bertanggung jawab atas       pembekuan darah.

>>  Sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dibuat di sumsum tulang, terutama tulang         belakang, tulang rusuk, pinggul, tengkorak dan tulang dada. Penting ini melawan infeksi sel  darah, membawa oksigen dan membantu mengendalikan pendarahan.
>>    Sel dewasa biasanya khusus. Seperti sel matang, bentuk dan isinya berubah, sehingga mereka   dapat menjadi paling efisien pada pekerjaan yang mereka harus lakukan. Semua sel darah dewasa berasal dari satu jenis prekursor, sel batang.
>>   Tidak semua sel mampu membagi untuk membuat sel-sel baru. Sel mulai dari "orang tua" atau sel batang, tetapi kemudian, di bawah instruksi dari seluruh tubuh, mereka mulai spesialisasi dan matang.
>>  Dalam darah, semua sel-sel darah putih mempertahankan inti mereka sehingga mereka dapat mengubah fungsi mereka untuk memenuhi tantangan melindungi tubuh dari  infeksi virus dan bakteri.
>>  Sel merah, bagaimanapun, kehilangan nukleus dan mengisi dengan oksigen khusus membawa molekul, hemoglobin.
>>  Sel darah dianggap sebagai bentuk khusus yang fleksibel, namun memungkinkan kecepatan transfer oksigen ke dalam dan keluar dari sel.
>>   Leukosit adalah butir darah putih yang berfungsi sebagai penyerang agen asing yang masih ke tubuh, baik yang bersifat biologik (hidup) maupun non-biologik (sat / bahan lain yang tanpa kehidupan).
>>  Leukosit menyerang berdasarkan 'pengalaman yang terpateri' (memori leukosit-limfosit). Bila jumlahnya kurang dan apalagi bila kualitas / aktivitasnya tidak baik, maka pertahanan tubuh jadi lemah, mudah terkena penyakit.

2.1   DEFINISI  LEUKOSIT
ü Sel darah putih atau white blood cell (WBC) merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi.
ü kadar leukosit  dihitung berdasarkan jumlah sel darah putih yang ada pada sampel darah penderita. Nilai normal dari leukosit adalah antara 4 ribu sampai 11 ribu per mikroliter. Kadar leukosit  yang rendah dikenal dengan istilah leukopenia sementara kadar yang tinggi disebut leukositosis.
ü Berlainan dengan sel darah merah, sel darah putih tidak mempunyai bentuk yang tetap. Hal ini dikarenakan sel darah putih perlu selalu berubah bentuk untuk memudahkannya bertempur melawan bakteri.

2.2     MATURASI  LEUKOSIT
                                          Gambar: Diferensiasi pematangan sel darah


2.3     SIFAT  LEUKOSIT
ü  Chemotaksis
Tertarik pada daerah yang mengeluarkan zat kimia tertentu.
ü  Diapedesis
Dapat melewati membran kapiler sehingga dapat melewati pembuluh darah, dengan cara mengerutkan selnya.
ü  Amuboid montion
Yaitu dapat bergerak seperti amoeba.
ü  Phagositosis
Yakni dapat memakan benda asing yang masuk kedalam tubuh, terutama dilakukan oleh neutrofil dan monosit.

2.4     FUNGSI LEUKOSIT
Leukosit  memiliki 2 fungsi, antara lain:
ü  Fungsi umum, meliputi:
   a. Defensif :  berfungsi untuk mencegah masuknya benda asing kedalam tubuh,    dimana fungsi ini di lakukan oleh netrofil dan monosit.
   b. Reparatif : berfungsi untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak, umumnya di lakukan oleh basofil.

ü  Fungsi khusus, meliputi:
a.       Netrofil : berfungsi sebagai fagositosis
b.      Eosinofil: sebagai sitoksis terhadap parasit
c.       Basofil : mengeluarkan histami, heparin, dan seratinin
d.      Limfosit : sebagai pertahanan tubuh lewat sel limfosit T dan limfosit B
e.       Monosit : sebagai fagositosis ekstravaskuler

2.5     JENIS-JENIS LEUKOSIT
A.     Leukosit agranuler
Terdiri dari: monosit, limfosit
B.     Leukosit granuler
Terdiri dari: basofil, eosinofil, dan neutrofil

2.6     LEUKOSIT  AGRANULER
      Merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula.
     Terdiri atas limfosit dan monosit.

A.     Monosit
·         Adalah leukosit terbesar yang berdiameter 15 sampai 20 µm dan berjumlah 3 sampai  9% dari seluruh sel darah putih.
·         Sitoplasma monosit lebih banyak dari limfosit, dan berwarna biru abu-abu pucat.
·         Sering tampak adanya butir azurofil halus seperti debu.
·          Inti berbentuk lonjong , seperti ginjal atau mirip tapal kuda, jelasnya memiliki lekuk cukup dalam.
·         Kromatin inti berwarna lebih pucat dari limfosit. Inti memiliki satu sampai tiga nukleus.
·         Monosit darah tidak pernah mencapai dewasa penuh sampai bermigrasi ke luar pembuluh darah masuk jaringan. Selanjutnya dalam jaringan menjadi makrofag tetap, seperti pada sinusoid hati, sumsum tulang, alveoli paru-paru, dan jaringan limfoid.
·         Sering terletak berdekatan dengan endotel pembuluh darah. Dalam jaringan limfoid sumsum tulang dan sinusoid hati, makrofag tetap lazimnya melekat pada penjuluran dendritik dari sel retikuler.
·         Monosit sangat penting untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi yang bersifat kronik, seperti TBC dan tifus.



                     

                                            Gambar: Sel Monosit Normal

B.     Limfosit
·         Berjumlah sekitar 20% - 30% dari jumlah sel darah putih.
·         Tidak hanya terdapat dalam darah, tapi juga dalam jaringan limfoid.
·         Sel limfosit dibedakan menjadi limfosit B dan limfosit T. Limfosit T akan menuju kelenjar timus, sedangkan limfosit B tetap di sumsum tulang belakang.
·         Umumnya tidak terdapat granula di dalam sel, jika ada disebut granula Azurophil.
·         Memiliki  inti berwarna biru gelap, dengan kromati tidak tersusun kompak dan tidak memadat.
·         Membran  inti  tidak dapat terlihat dengan jelas.

       a                                     b                                          c
 Gambar: a. Limfosit normal,  b. Limfosit normal,  c. limfosit yang membesar


2.7     LEUKOSIT  GRANULER
           Merupakan sel darah putih yang bergranula (sitoplasmanya berbutir spesifik dan berinti besar).  Granulosit terdiri atas neutrofil, basofil, dan eosinofil.
               
A.     Basofil
·         Berjumlah sekitar 0,5%. mengandung heparin yang mencegah darah membeku di dalam pembuluh darah. Basofil juga diduga mengandung histamin, yang penting dalam proses alergi.
·         Sel berukuran 8-14 mikron, letak inti central, bentuk inti tidak jelas karena tertutup oleh granula.
·         Inti  berwarna  kebiru-biruan.
·         Benang kromatin kasar, terdapat membran inti.

                                                               a                                  b
                                                 Gambar: a. Basofil normal,   b. Large Basofil
     

B.     Neutrofil
·         Dalam darah dijumpai adanya dua macam neutrofil yaitu Neutrofil batang dan neutrofil bersegmen.
·         Sel berukuran sekitar 10-15 mikron.
·         Inti terletak di tengah sel, berbentuk batang ( neutrofil batang) dan berbentuk segmen (neutrofil segmen).
·         Inti berwarna biru keunguan
·         Benang kromatin tampak kasar dan bergerombol.
·         Tidak memiliki membrab inti
·         Granula dalam sitoplasma tersebat luas dan berwarna ungu.
·         Berfungsi  untuk mencegah masuknya bakteri, berjumlah sekitar 65% - 75% dari jumlah seluruh leukosit. Dapat melakukan diapedesis dan bersifat fagosit terhadap bakteri dan sisa-sisa jaringan yang mati.


                      a                                         b
   Gambar: a. Neutrofil batang,    b. Neutrofil bersegmen


C.     Eosinofil
·         Sel berukuran 10-15 mikron.
·         Letak inti sentral, berbentuk segmen, inti berwarna kebiru-biruan
·         Benang kromatin kasar, memiliki membran inti
·          Dapat melakukan gerakan amoeboid  dan  bersifat  fagosit
·          Berfungsi menghancurkan parasit besar
·         Jumlah akan meningkat saat terjadi reaksi alergi dan infeksi oleh parasit.

                                                           a                                  b
                                   Gambar:  Sel  eosinofil  normal


2.8     PENYEBAB  LEUKOSIT  TURUN – NAIK
             Kadar sel darah putih( leukosit) yang meningkat atau leukositosis, dapat mengindikasikan:
Ø  Naiknya produksi leukosit guna melawan infeksi.
Ø  Reaksi obat-obatan.
Ø  Penyakit pada sum-sum tulang belakang.
Ø  Gangguan system imun.

           Kadar sel darah putih yang mengalami penurunan jumlah atau leucopenia, disebabkan karena:
Ø  Infeksi virus.
Ø  Kelainan congenital yang terkait dengan sum-sum tulang.
Ø  Kanker.
Ø  Gangguan autoimun.
Ø  Obat-obatan yang dapat merusak sel darah putih.

2.9     ISTILAH-ISTILAH  DALAM  LEUKOSIT
v      Amoeboid: Sel darah putih yang tidak memiliki bentuk yang tetap.
v       Fagosit: Adalah fungsi utama sel darah putih untuk memakan kuman penyebab peyaki.
v       Diapedesis : Sel darah putih mampu menembus dinding kapiler darah, masuk ke dalam jaringan-jaringan tubuh.
v      Leukositosis: Jumlah sel darah putih yang melebihi normal.
v       Leukopeni: jumlah sel darah putih yang kurang dari normal.
v       Opsonisasi: Proses penyelimutan leukosit terhadap benda-benda yang masuk.
v     Toksik granulation: Terlihat adanya granula berwarna biru tua-hitam dalam sitoplasma dari sel granulosit.
v      Vircyte: Limfosit yang abnormal bentuknya umumnya terdapat pada penyakit yang disebabkan oleh virus.
v      Tart cell; Monosit yang telah memakan sel masa yang juga berasal dari makhluk hidup leukosit yang sudah mati.

0 komentar on "Tentang DARAH dan LEUKOSIT"

Poskan Komentar

 

silviaquerida Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez